<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Amanah Kita</title>
	<atom:link href="http://amanahkita.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amanahkita.blogdetik.com</link>
	<description>Amanah Kita dalam kehidupan</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 06:19:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kementerian Agama dan DPR</title>
		<link>http://amanahkita.blogdetik.com/2011/07/23/kementerian-agama-dan-dpr/</link>
		<comments>http://amanahkita.blogdetik.com/2011/07/23/kementerian-agama-dan-dpr/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 06:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amanahkita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Kementerian Agama dan DPR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amanahkita.blogdetik.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kementerian Agama dan DPR menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2011 untuk embarkasi Makassar USD3.795 atau Rp33.016.500, dengan asumsi kurs dolar AS sebesar Rp8.700. Pada 2010,BPIH Sulsel sebesar USD3.505. Tahun ini, BPIH Sulsel tetap tertinggi di antara semua embarkasi di seluruh Indonesia. Di bawah Makassar adalah Balikpapan USD3.736, Banjarmasin USD3.720, Surabaya USD3.612, dan DKI Jakarta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://amanahkita.blogdetik.com/2011/07/23/kementerian-agama-dan-dpr/">Kementerian Agama dan DPR</a> menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2011 untuk embarkasi Makassar USD3.795 atau Rp33.016.500, dengan asumsi kurs dolar AS sebesar Rp8.700. Pada 2010,BPIH Sulsel sebesar USD3.505. Tahun ini, BPIH Sulsel tetap tertinggi di antara semua embarkasi di seluruh Indonesia. Di bawah Makassar adalah Balikpapan USD3.736, Banjarmasin USD3.720, Surabaya USD3.612, dan DKI Jakarta USD3.589.Biaya terendah adalah Aceh USD3.285,menyusul Padang USD3.369, Medan USD3.377, Palembang USD3.417, Batam USD3.460, dan Solo USD3.549.<br />
<span id="more-9"></span></p>
<p>“Itu sudah termasuk angka maksimum. Jadi, sulit ditekan lagi karena kondisinya memang sudah seperti itu,” ungkap Menteri Agama Suryadhrama Ali dalam rapat kerja dan pengesahan BPIH 2011 dengan Komisi VIII DPR di Gedung DPR RI, kemarin. Besaran BPIH 2011 secara nasional rata-rata Rp30.771.900. Namun, kurs Rp8.700 per dolar AS masih sebatas asumsi jikaterjadipenguatannilaitukar dolar terhadap rupiah.</p>
<p>Menteri Agama menjelaskan, rincian BPIH 2011 sebesar Rp30.771.900 atau USD3.537 itu untuk biaya penerbangan USD2.024 yang meliputi harga tiket pesawat USD2.010dan airporttaxUSD14. Sementara itu, biaya pemondokan di Mekkah sebesar 3.150 riyal, biaya pemondokan di Madinah sebesar 600 riyal, layanan umum USD277, dan biaya asuransi Rp100.000.</p>
<p>Menurut Menteri Agama, pada tahun ini pemerintah menargetkan lokasi pemondokan jamaah di Mekkah 99% berada pada jarak 2.500 meter dari Masjidilharam. Menurutnya, jarak lokasi pemondokan tersebut berdampak pada kenaikan harga sewa rata-rata sebesar 3.700 riyal. Namun, pada akhirnya disepakati harga menjadi 3.150 riyal. “Jadi, kekurangannya akan ditutupi menggunakan dana optimalisasi haji,”ucapnya.</p>
<p>Demikian pula pemondokan di Madinah yang ditargetkan 100% berada di wilayah Markaziyah dengan harga 650 riyal.Namun, harga yang dibebankan ke jamaah hanya 600 riyal. Kekurangan itu diambil dari dana optimalisasi haji. Selain itu, disepakati pula bahwa jamaah akan tetap membayar 1.500 riyal sebagai uang bekal biaya makan (living cost) dan pembayaran dam (denda).</p>
<p>Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding mengatakan, DPR dan pemerintah menyepakati juga besaran saldo dana optimalisasi Rp202,4 miliar pada akhir 2011.“Direct cost ini disepakati agar jamaah haji segera mendapatkan kepastian jumlah biaya haji tahun ini,” kata dia. Rapat kerja BPHI ini baru disepakati soal direct cost dan belum sampai membahas indirect costkarena akan dibahas pada masa reses persidangan IV tahun sidang 2010-2011.</p>
<p>Sementara itu,kesepakatan lain,yakni Panja BPIH Komisi VIII DPR meminta Panja BPIH Pemerintah tetap menjaga peningkatan kualitas pelayanan bagi para jamaah. Biaya haji sebenarnya masih bisa ditekan lebih rendah,tetapi biaya penerbangan terlampau tinggi. “Semula biaya penerbangan USD2.076 hingga pada akhirnya ditekan menjadi USD2.010,”tuturnya. Untuk menekan biaya penerbangan, DPR mendorong agar pemerintah membuka peluang bagi penerbangan lain.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga terus berupaya menekan indirect cost, seperti airport tax dan biaya parkir penerbangan. Menurutnya, jumlah biaya haji yang ditetapkan saat ini merupakan harga maksimum dan masih dimungkinkan turun jika dapat menekan indirect cost. “Biaya haji yang sudah ditetapkan sekarang merupakan harga maksimum. Jadi, boleh turun, tetapi tidak boleh naik. Demikian catatan online <a href="http://amanahkita.blogdetik.com/">Amanah Kita</a> yang berjudul Kementerian Agama dan DPR.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amanahkita.blogdetik.com/2011/07/23/kementerian-agama-dan-dpr/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penerbitan izin operasional usaha TV kabel</title>
		<link>http://amanahkita.blogdetik.com/2011/06/05/penerbitan-izin-operasional-usaha-tv-kabel/</link>
		<comments>http://amanahkita.blogdetik.com/2011/06/05/penerbitan-izin-operasional-usaha-tv-kabel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 04:39:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amanahkita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Penerbitan izin operasional usaha TV kabel]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amanahkita.blogdetik.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) meminta dilibatkan dalam penerbitan izin operasional usaha TV kabel di Sulsel. Pasalnya, ada beberapa daerah yang telah menuangkan tentang usaha TV berjaringan ini dalam bentuk peraturan daerah. Selain itu, banyak pengusaha TV kabel yang melakukan ekspansi usaha sehingga melintasi satu kabupaten. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat pansus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) meminta dilibatkan dalam penerbitan izin operasional usaha TV kabel di Sulsel. Pasalnya, ada beberapa daerah yang telah menuangkan tentang usaha TV berjaringan ini dalam bentuk peraturan daerah. Selain itu, banyak pengusaha TV kabel yang melakukan ekspansi usaha sehingga melintasi satu kabupaten. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat pansus rancangan peraturan daerah (raperda) pengendalian dan pengawasan TV kabel, DPRD Sulsel dengan jajaran Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) se-Sulsel.</p>
<p>Kepala Bidang Penyiaran Dinas Infokom Pinrang Rasnawati menuturkan, sebaiknya Pemprov melibatkan daerah dalam pengurusan izin TV kabel. Dengan begitu,jika beroperasi, izin yang dikeluarkan tidak tumpang tindih dengan perda di daerah. “Baiknya, sebelum izin dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), para pengusaha diwajibkan mengurus rekomendasi dulu di Infokom kabupaten/kota,”ujarnya.<br />
<span id="more-8"></span></p>
<p>Senada, Kepala Bidang Penyiaran Infokom Parepare Hasby mengatakan,dalam raperda harus mengatur soal pembatasan wilayah kewenangan operasional usaha TV kabel, utamanya antarkabupaten. Dia mencontohkan, di Parepare, operasional TV kabel itu beroperasi, tapi pelanggannya mencakup juga di wilayah Barru, khususnya kecamatan yang berdekatan dengan Parepare.</p>
<p>Tak hanya itu, hal serupa juga terjadi di Pinrang dan Sidrap. “Perlu diperjelas, seperti apa pola kewenangan lintas daerah jika operator TV kabel beroperasi di satu daerah, tapi jangkauan pelanggannya di tiga kabupaten,”paparnya. Hal lain, perlu dievaluasi kembali soal rencana kenaikan tarif sewa tiang listrik yang dinilai pengusaha sangat membebani.</p>
<p>Sebelumnya pengusaha hanya membayar Rp4.000 hingga Rp5.000,kini berubah menjadi Rp14.000 sampai Rp15.000. Menanggapi hal itu, Ketua Pansus Raperda TV Kabel Tenri Yasin Limpo mengungkapkan, soal perluasan wilayah sudah diatur dalam raperda dan ditegaskan bahwa satu operator memiliki satu wilayah layanan.</p>
<p>Jika ada usaha melintasi kabupaten lain, wajib mengurus izin perluasan izinnya di KPID. Izin itu berupa izin penyelenggaraan penyiaran (IPP). “Perda ini lahir untuk mengawasi dan mengendalikan terhadap keberadaan TV kabel dan sama sekali tidak mengatur soal retribusi,”pungkasnya. Dan support untuk <a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/category/kontes-seo" target="_blank">Kontes SEO</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amanahkita.blogdetik.com/2011/06/05/penerbitan-izin-operasional-usaha-tv-kabel/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Evo Morales</title>
		<link>http://amanahkita.blogdetik.com/2011/01/24/evo-morales/</link>
		<comments>http://amanahkita.blogdetik.com/2011/01/24/evo-morales/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 13:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amanahkita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amanahkita.blogdetik.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Kabinet yang dipimpin Presiden Bolivia, Evo Morales, mengundurkan diri, Minggu (Senin WIB), sebagai sebuah langkah yang menandai selesainya tahun pertama masa jabatan kedua presiden itu.
&#8220;Seluruh menteri dari pemerintah Bolivia telah mengundurkan diri sehingga Presiden Evo Morales dapat menelaah kinerja masing-masing dari kami dan mengambil sebuah keputusan apakah akan mempertahankan kami di kabinet atau diganti,&#8221; kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kabinet yang dipimpin Presiden Bolivia, <a title="Evo Morales" href="http://amanahkita.blogdetik.com/2011/01/24/evo-morales/" target="_self">Evo Morales</a>, mengundurkan diri, Minggu (Senin WIB), sebagai sebuah langkah yang menandai selesainya tahun pertama masa jabatan kedua presiden itu.</p>
<p>&#8220;Seluruh menteri dari pemerintah Bolivia telah mengundurkan diri sehingga Presiden Evo Morales dapat menelaah kinerja masing-masing dari kami dan mengambil sebuah keputusan apakah akan mempertahankan kami di kabinet atau diganti,&#8221; kata Menteri Luar Negeri David Choquehuanca. &#8220;Kabinet baru akan diumumkan Senin,&#8221; katanya.<br />
<span id="more-7"></span><br />
Tingkat popularitas Morales jatuh setelah presiden itu menandatangani sebuah dekrit untuk menaikkan harga bahan bakar minyak sebesar 83 persen pada Desember. Pengumuman itu kemudian disusul oleh serangkaian protes yang berakhir dengan kekerasan di seluruh negeri dan memaksanya untuk membatalkan dekrit tersebut.</p>
<p>Para pengamat meyakini bahwa pengunduran diri kabinet itu akan memberikan kesempatan bagi Morales untuk membawa perubahan di beberapa sektor penting dan meraup kembali popularitas di mata rakyatnya. Demikian catatan online <a title="Amanah Kita" href="http://amanahkita.blogdetik.com/" target="_self">Amanah Kita</a> tentang Evo Morales.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amanahkita.blogdetik.com/2011/01/24/evo-morales/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dewan Federasi SEA Games</title>
		<link>http://amanahkita.blogdetik.com/2010/12/31/dewan-federasi-sea-games/</link>
		<comments>http://amanahkita.blogdetik.com/2010/12/31/dewan-federasi-sea-games/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 17:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amanahkita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amanahkita.blogdetik.com/2010/12/31/dewan-federasi-sea-games/</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Dewan Federasi SEA Games segera membahas kuota dan nomor pertandingan SEA Games Januari 2011. Ketua Biro Media dan Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Riduan Tumenggung mengatakan, pertemuan Dewan Federasi SEA Games akan dilaksanakan di Bali sekitar pertengahan Januari yang dihadiri perwakilan 11 negara peserta SEA Games.

“Dalam pertemuan itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Dewan Federasi SEA Games segera membahas kuota dan nomor pertandingan SEA Games Januari 2011. Ketua Biro Media dan Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Riduan Tumenggung mengatakan, pertemuan Dewan Federasi SEA Games akan dilaksanakan di Bali sekitar pertengahan Januari yang dihadiri perwakilan 11 negara peserta SEA Games.<br />
<span id="more-6"></span><br />
“Dalam pertemuan itu, akan dibahas jumlah atau kuota dan nomor pertandingan apa saja yang bakal di gelar saat SEA Games 26th, setelah itu kemungkinan akan langsung diputuskan saat itu juga,”ujar Riduan. Dia menerangkan,setiap negara peserta SEA Gamesmemiliki hak untuk mengusulkan nomor pertandingan dari 44 cabor yang akan dipertandingkan di SEA Games.</p>
<p>Kemudian, usulan tersebut akan ditampung oleh negara penyelenggara dan Inas- SOC untuk dipertimbangkan kelayakannya. Sebab, hal itu juga berkaitan dengan kesiapan tuan rumah penyelenggara. “Semua negara peserta SEA Gamesboleh mengusulkan, tapi finalnya kita sebagai tuan rumah diberi kewenangan lebih dalam menentukan,”tuturnya. Dari delapan cabor tambahan tersebut,enam di antaranya diusulkan oleh Indonesia, yaitu paralayang, sepatu roda, panjat tebing, bridge,futsal,dan soft tennis.</p>
<p>Sebagai timbal balik,Indonesia sebagai tuan rumah menyetujui dua cabang, yakni pentaque (diusulkan Thailand) dan vovinam (diusulkan Vietnam).“Ada kemungkinan cabor golf dan kricket yang juga bisa dimasukkandi SEAGames2011danbukan hanya sekadar ekshibisi,”tuturnya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amanahkita.blogdetik.com/2010/12/31/dewan-federasi-sea-games/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berbuat dari Hal Kecil demi Pelestarian Lingkungan</title>
		<link>http://amanahkita.blogdetik.com/2010/10/10/berbuat-dari-hal-kecil-demi-pelestarian-lingkungan/</link>
		<comments>http://amanahkita.blogdetik.com/2010/10/10/berbuat-dari-hal-kecil-demi-pelestarian-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 09:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>amanahkita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Berbuat dari Hal Kecil demi Pelestarian Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://amanahkita.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Mencintai dan melestarikan lingkungan tidak mesti dengan aksi penanaman 1.000 pohon, deklarasi besar-besaran, atau demo mengecam perusakan hutan. Mencintai alam dan menyayangi lingkungan bisa juga dari hal sederhana, hal kecil yang biasa kita lakukan di kehidupan sehari-hari. Inilah yang dilakukan siswa SDN Petemon XIII Surabaya. Setiap hari,saat masuk dan bubaran sekolah,mereka memiliki program “Bersih Semut”, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencintai dan melestarikan lingkungan tidak mesti dengan aksi penanaman 1.000 pohon, deklarasi besar-besaran, atau demo mengecam perusakan hutan. Mencintai alam dan menyayangi lingkungan bisa juga dari hal sederhana, hal kecil yang biasa kita lakukan di kehidupan sehari-hari. Inilah yang dilakukan siswa SDN Petemon XIII Surabaya. Setiap hari,saat masuk dan bubaran sekolah,mereka memiliki program “Bersih Semut”, yakni aksi bersih-bersih sampah. Aksi itu mulai dari bersihbersih sampah besar, kecil, hingga yang sekecil semut. Hal yang patut diacungi jempol, siswa tidak canggung untuk memungut sampah-sampah dan membuangnya ke bak sampah yang sesuai,yaitu kuning, hijau, atau biru.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Terobosan inovatif dan sa-ngat positif itu sudah dilakukan selama lima tahun ini.Tidak heran, para siswa pun tak perlu lagi disuruh untuk memungut dan membuangsampah. Areal sekolah yang tidak terlalu luas tidak menghambat guru dan siswa untuk terus berinovasi menyejukkan lingkungannya. Lihat saja, betapa mereka dengan cerdas menanam tumbuhan air dalam pot bekas air minum dalam kemasan.Potpot itu diletakkan berjajar di dalam ruang kelas yang sudah tua.Tujuannya,jelas agar ruang kelas itu tampak asri dan teduh. Nyaris tak ada ruang kosong siasia di sekolah yang berada di tengah perkampungan padat ini.</p>
<p>Semuanya dimanfaatkan untuk tanaman hijau. Mencintai lingkungan, bagi siswa SD Petemon XIII,tidak hanya diwujudkan dengan lingkungan bersih, hijau, dan perilaku disiplin. Namun, juga diwujudkan dalam sejumlah kegiatan lain. Mereka punya ruang workshop untuk memanfaatkan sampah plastik yang tidak berguna dan menjadikannya barang- barang yang menarik. Belum lama ini salah satu siswa sekolah itu masuk daftar nominasi sebagai putri lingkungan. Siswa lain pun menyambutnya dengan sukacita. Demi kegiatan itu, mereka tidak perlu susah-susah menyewa baju khas atau mewah, tapi cukup memanfaatkan apa yang ada di sekolah.</p>
<p>Sampah plastik mereka sulap menjadi kostum dan topi yang menarik. Kebiasaan kecil dan sederhana inilah yang mengantar mereka menyabet berbagai kejuaraan,mulai tingkat kota,provinsi,hingga nasional. Hal yang perlu digarisbawahi, bukan prestasi atau piala itu yang menjadi dasar mereka melakukan aksi-aksi prolingkungan di sekolah. Mereka amat sadar bahwa bumi hanya satu dan makin renta.</p>
<p>Jika tak dilindungi dan diselamatkan, siapa lagi yang peduli? Kepedulian itu pun tak harus muluk-muluk dengan kegiatan besar. Namun, cukup dari hal kecil dulu.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://amanahkita.blogdetik.com/2010/10/10/berbuat-dari-hal-kecil-demi-pelestarian-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.634 seconds -->

